Saturday, April 12, 2008

Great Sabbath

Pulang sekolah, setelah ngaret selama beberapa menit (30 menit, tepatnya setengah jam), gue buru buru ke bawah, ke mobil. Berhubung bokap gue nggak suka nunggu, gue harus cepet-cepet. Gue berjalan setengah lari ke mobil. Begitu gue sampe mobil, ternyata adek gue masih belom keluar. Jadi, masih bersantai- santai di mobil (tau gitu, gue balik lagi keatas). Sesudah mengunggu sekitar 1 jam-an, adek gue pun keluar. Dengan membawa Hoka-Hoka Bento

'Tar, buat mbak Sashi ya?', tanya gue begitu adek gue masuk pintu


'mm, boleh aja nih', kata Tara, wuih, baik bangeet haha


ternyata, begitu gue buka, adanya ebi furai yang tinggal setengah dan beberapa sendok nasi. Yasudahlah.


Setelah dari sekolah, gue dan keluarga pergi ke dokter gigi, karena bita mau cabut gigi. Pas di dokter giginya, baru duduk dan diolesin obat (yang buat ngilangin sakit). Bita udah bilang

'Sakiit, sakiit' dokternya ketawa laah.


'yaaampun, ini belom diapa apain, baru dipegang doang'


ternyataa, adek gue cuma takut doang, FYI, adek gue ada tiga, Tara--11, Bita--7, dan Giva--2 (biar nggak bingung). Setelah proses pencabutan selesai, Bita malah nggak bisa berhenti senyum untuk memberitahu semua orang bahwa giginya sudah dicabut.


Setelah dari dokter gigi, Bita nagih, minta Eskrim. Yaudah, Gue sekerluarga, pergi ke Gelato Bar, makan EsKrim. Disana, kita duduk dideket tempat yang ada cermin besarnya. Bita malah senyam senyum sendiri di depan kaca dengan memamerkan giginya.

0 comments: